after graduation

after graduation

after G-R-A-D-U-A-T-I-O-N what will you do?
1. being a job seeker
2. being schoolarship hunter
3. creating your own job
4. ……fill the blank by your self

setelah dinyatakan lulus 3 Februari melalui sidang komprehensif hingga saat ini yang aku lakuin adalah being job seeker. hahaha
lucu juga sih.. ternyata ya kita itu bagaikan setitik debu diantara tumpukan pasir. banyak banget sarjana2 diluar sana yang juga nyari kerja.
berdandan rapi.. membawa CV lamaran foto kesana kemari.. nunggu hasil seleksi.. dikonfirmasi.. ikut tes.. failed.
then doing the same for a while till they (job) say yes for me. yes, please welcome to our company, enjoy your job.. be happy with this.

to be job seeker we should be patient hahaha..

lucu juga sih kadang.. pas belum lulus ditanya kapan lulus.. pas udah lulus ditanya kapan wisuda ato kapan kerja.. tar mungkin pas uda kerja ditanya kapan nikah.. tapi sementara ini pas uda lulus kok rasae enak jadi mahasiswa ya.. duduk kuliah ujian.. ngerjain tugas dll.. haha aneh2 aja. yang belum lulus pingin ndang lulus.. mungkin karena belum dapat kerja aja haha..

creating your own job. being fresh graduate.. you should build from zero till someday you will be a hero haha..

good luck then..

Advertisements

quotes donny dhirgantoro

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..Keep our dreams alive, and we will survive..”

melodies of life

Alone for a while I’ve been searching through the dark
For traces of the love you left inside my lonely heart
To weave by picking up the pieces that remain
Melodies of life–love’s lost refrain

Our paths they did cross, though I cannot say just why
We met, we laughed, we held on fast, and then we said goodbye
And who’ll hear the echoes of stories never told?
Let them ring out loud till they unfold
In my dearest memories, I see you reaching out to me
Though you’re gone, I still believe that you can call out my name

* A voice from the past, joining yours and mine
Adding up the layers of harmony
And so it goes, on and on
Melodies of life,
To the sky beyond the flying birds–forever and beyond

#emiko

elegi esok pagi

Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah

Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi

Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh….
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu oh oh…….

Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi

Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh……
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini oh oh……

ebiet g.ade

mungkin engkau tau

cinta tak ada yang mau terluka
tapi dirimu tinggalkan cintaku
sebaiknya engkau tak menjauh
hingga diriku memaksa cintamu

duhai.. cintaku
tak mungkin diriku
tinggalkan kamu

reff:
mungkin engkau tau
cinta yang trus membara
tapi ku tak menyangka
mungkin engkau tau..
aku tak bisa jauh darimu..
mungkin kau tau..

@AyundaAha

dan ternyata aku

kau tau daun hijau yang bermekaran? elok digoyang angin. indah bercabang miring. seperti itu lah keindahanmu. aku tau aku bukan satu-satunya yang mengagumimu. banyak orang yang bilang kau luar biasa, begitu pula aku. aku terlarut dalam nostalgia bayang-bayangmu. aku hidup dalam jilid-jilid kenangan kita yang terus berlalu. mengitari fikiran-fikiranku yang semu. engkau tau bahwa ilalang pun tak akan goyah olehku. akan keindahan hatimu. tak bosannya bibir ini berucap dalam sujudku.

kau pernah percaya pada jatuh cinta pandangan pertama? rasanya melayang-layang. indahnya tak mampu tediskripsikan dengan benar. bahkan buku berjuta-juta halaman tak mampu menceritakannya. aku? aku percaya. aku percaya bahwa aku mulai jatuh cinta padamu sejak kita pertama kali bertatap muka. bahkan jika kau bertanya darimana datangnya rasa itu aku tak akan mampu menjawabnya. bahkan aku sendiri tidak tau jawabannya.

kau tahu bahwa cinta dan sayang mungkin saja tidak beralasan. seperti anak kecil. seperti ketika SD dulu kita suka sama temen kita. cuma suka. kemudian bermain bersama. tak perlu ada alasan. tak perlu ada kebohongan. cuma ngalir gitu aja. cuma perlu A, gak perlu yang lainnya. udah sih gitu aja. mungkin simple ya keliatannya, namun tidak semudah bagi yang menjalankannya. ehehehe

pernah denger cinta yang udah kadaluarsa atau cinta yang punya expired datenya. hmm.. sebenernya sih gitu itu cuman cinta yang ada kerikilnya dikit. masak sih iya hubungan mau mulus-mulus aja kayak jalan korea-an bogor-bandung? gak kan.. so.. yang perlu kita lakukan hanyalah perlu mengerti. memahami. dan mau sebel-sebelan, mau eyel-eyelan, mau diem-dieman, mau beteg-beteg an. asal kan.. dua insan itu tetap bersama dan tidak terpisah. seberapa lama dua insan itu mampu bertahan. jika memang cinta itu ada kadaluarsanya gimana ya hubungan dua insan yang udah menikah? masak iya mau pisah? gak kan.. inget deh pertama kali kamu mulai jatuh cinta ke dia. yang aku sebut sebagai cinta pandangan pertama itu. iihhiirrr…

dan ternyata aku.. kau tahu? aku masih hidup dalam cinta pertama kita. pada pandangan pertama kita. pada detik pertama aku terpaut olehmu. saat sejak pertama aku menyayangimu. menyukaimu tanpa alasan. tau kan indahnya? yang kataku tak mampu terdiskripsikan itu lo.. indah banget.. kayak kita lagi ngeliatin kerlap-kerlip bintang di langit malam. kayak lampu-lampu kota diliat dari ketinggian. indah ya.. emmm aku dan kamu masih hidup dalam hati aku. selayaknya mata kita yang saling bertatapan untuk yang pertama kali. selayaknya aku yang suka kamu, bahkan ketika aku belum tau namamu.

dan ternyata aku.. aku adalah sebuah kumpulan kata dalam paragraf-paragraf hati seseorang.

@AyundaAha

and you are the reason

kamu lah yang menjadi alasan mengapa aku disini
kamu lah yang menjadi alasan aku untuk tersenyum
kamu lah alasanku agar aku membahagiakanku
disini, di tempat ini

and you are the reason to make better one
you are the reason to make a thing succeed
you are the reason why I stand here
and yes.. just the way you are make me happy inside 🙂

ini bukan ketidakjelasan abu-abu
ini juga bukan ketegasan sang hitam
bukan pula kebenaran sang putih
namun ini hanya pernyataan sang merah

bahwa metahari masih harus bersinar
meski tak sering matahari menjadi keluh kesah mereka
terlalu panas dan terlalu menyengat
terlalu ini dan itu

and you are the reason.
just the way you are

@AyundaAha

Jarak

aku tau, aku tak semudah yang kau bayangkan. aku tau kita sudah tak seperti dulu lagi saat kita menikmati masa perkenalan. satu yang harus kita sadari sekarang.. bahwa kita harus terbiasa oleh jarak. “jarak” sejauh apakah jarak itu? 5 kilo kah? 50 km? 500 km? atau bahkan kita masih belum bisa mengukur seberapa jauh jarak yang sedang membuat sekat raga kita. namun kau tau kita selalu berbicara masalah hati. kita tak pernah menganggap jarak itu untuk benar-benar ada diantara kita. sesuatu yang bernama cintalah yang mampu menghapus kata yang bernama “jarak”. lalu apakah jarak yang tercipta itu tidak benar-benar ada? ya. itu hanyalah semu. karena kita hanya sedang menjalani “long DISTANCE relationship” bukan “long distance HEARTS”. aku sudah menjelaskan berulang kali kepadamu.. percayalah hati kita satu dan menyatu.

berbicara soal hati memang tak ada habisnya. kita bisa saja tak tau apa yang ada dihati bahkan fikiran seseorang. seberapa dalam dan tulusnya rasa itu terhadap kita. namun bagaimana kita bisa yakin? jawabannya akan muncul pada diri anda masing-masing. karena sesungguhnya jauh dari hati kecil kita memilki rasa percaya. dan seharusnya kita memilih untuk memiliki rasa saling percaya yang tinggi terhadap satu sama lain, deengan catatan jika kita dipercaya oleh orang lain maka jangan sampai kita membuatnya kecewa. begitulah aturannya.

sudah ku bilang. jangan sekali-kali kau bicarakan masalah jarak. kau masih saja mencacinya. bukan. bukan dia yang salah. bukankah kita ada di tempat kita masing-masing ini untuk saling mempersiapkan masa depan? untuk masa depan kita. ya, kita berdua. kau tau untuk mencapai puncak kita harus mendaki. tak cukup 1 jam. bisa jadi berjam-jam. untuk apa? untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh alam dihamparan retina kita. indah memang. dan keindahan itu perlu perjuangan. perjuangan pun perlu pengorbanan. bisa jadi sekat yang memisahkan raga kita ini merupakan bagian tangga yang sedang kita susun untuk masa depan kita. merupakan sudah menjadi hukum alam beralur seperti itu.

membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan satu hari untuk dapat sekedar melihat wajahmu. mendengar hembusan nafasmu. melihat lengkung indah senyummu. namun aku, hanya memerlukan waktu sepersekian detik saja untuk menghadirkan dirimu ada dalam hatiku.

***

teruntuk siapapun yang saat ini sedang menjalani suatu hubungan yang raganya sedang terpisah oleh jarak, jangan pernah anggap ia benar-benar ada. jangan kau buat dirimu sengsara. terlalu memikirkan hal-hal yang semu. sembari berdoa dan yakin, lakukanlah segalanya yang terbaik. fokuslah untuk kehidupanmu saat ini, kerjakan apa yang ada dihadapanmu, teenangkanlah hatimu, yakinilah seseorang yang kita harapkan disana juga sedang melakukan yang terbaik untuk diri kita. sesuatu yang kita sebut sebagai masa depan. yang telah ditetapkan olehNYA semenjak dulu. tak seorangpun akan mengetahu akhir dari perjuangan ini. good luck!

@AyundaAha

agar kau tau, nan

Nan.. aku tak tahu kalau malam ini akan menjadi malam terakhirmu disini. Nan sudahkah kau yakin akan pilihanmu untuk pergi ke negeri seberang dan meninggalkan aku? kau tau ini tak akan mudah Nan untuk aku melalui hari-hari tanpamu. Nan aku tau mungkin aku terlalu kekanak-kanakkan untuk hal seperti ini. terlalu klasik untuk ingin tetap menggandengmu. seperti sedang menyeret beban puluhan kilo dengan kaki terpasung. tak lagi berat, bahkan sulit. untuk bisa merangkak saja aku sudah bersyukur. apalagi jika nanti bisa berlari. ikut mengejarmu juga. ikut bersamamu juga. menikmati hari bersama. melihat senja bersama. ah.. aku akan berusaha Nan. semampuku, sebisaku, semaksimalku. baiklah nan.. aku merelakanmu pergi. untuk cita-citamu, untuk masa depanmu, untuk kebahagiaanmu. suatu saat pasti kita akan bertemu kembali dalam dimensi yang berbeda. dengan keadaan yang berbeda.

sekalipun aku tak pernah melihatmu sebagai siapa dirimu. serupawan apa dirimu. sebagus apa namamu.. namun satu yang membuatku terpikat saat itu ialah kelembutan hatimu yang telah kau tawarkan pada setiap orang yang kau temui. diam-diam aku menyukaimu nan. diam-diam aku menyayangimu. entah. sayang itu berupa apa, seperti apa. pokoknya aku ingin bersamamu. mungkin aku egois saat itu memaksakan perasaanku dan kehendakku untuk mengisi hatimu. mungkin kau tak tau tentang itu nan. satu yang harus ku tau saat itu bahwa cinta tak harus memilki. seperti lagunya stinki. saat itu aku hanya bisa terdiam menahan semuanya. namun pada akhirnya cintaku bermuara ditempat yang tepat kan nan?

agustus, merupakan bulan penuh perjuangan. dimana hati kita mulai bercengkerama. kalbumu mulai mengenali sosokku. sosok yang apa adanya, sosok yang biasa saja, dan sederhana. nothing’s spesial. tapi sesuatu yang bernama takdirlah yang mampu membuat hatimu tergerak untuk sekedar melirikku. untuk mengingat wajahku. pada suatu ketika dalam satu proyek tanpa disangka kamu juga tergabung didalamnya. seneng saat itu.. karena dapat dipastikan intenstas waktu bertemu kita akan semakin sering. entah ketemu langsung atau lewat media lain. hmm.. benar saja nan prasangkaku, dua jam setelahnya kita saling mencatat nomor ponsel masing-masing. save. name nanta. next.. kita sering bertemu dalam perkumpulan proyek. mata dan telinga kita serius mengikuti jalannya proyek yang dijelaskan oleh pemimpin.
“kamu kok gak nyatet nan?”
“hehe.. males” kata nanta
“emm.. awas lo ya tar kalo gak tau tentang proyeknya”
“ohh.. ya udah aku nanti fotocopy punyamu aja haha”
“emm.. oke deh” kataku.
hemmm.. senangnya hati ini, bukuku nanti mau dipinjam nanta. mau difotocopy. yeyeye. ah alay dikit gapaplah. ala-ala anak ABG. haha. gumamku dalam hati.

aku melihat nanta berdesak-desakan antri difotocopyan. aku nunggu di luar aja. hmm.. mendung, batinku. ku lihat isi ranselku, tak ada payung didalamnya. oke fine, harus hujan-hujanan aku. atau menunggu hujan reda disini. aku masih memandangmu, kini giliranmu. ku lihat bukuku kamu pegang. kemudian kamu keluar. melihatku sedang terkena percikan hujan. hujan sore ini membawa kabar gembira. nanta lebih lama bersamaku. tak ada sepatah kata yang terucap. kita hanya saling diam, melihat rintikan hujan. hingga kamu membuka pembicaraan diantara kita.
“kamu ngapain masih disini Ta?”
“gak papa.. lagi nunggu hujan aja. males pulang kalau masih hujan, ntar sakit. baju kotor. makanya aku masih disini. kalau kamu? kok gak langsung pulang? kamu kan bawa motor..”
“iya.. aku bawa motor, tapi gak bawa mantel. lagian males kalau hujan-hujan gini sering banjir dan macet dijalan. mending nunggu agak ntaran aja”
“emm okedeh, kita sedang terjebak hujan haha” kita tertawa lepas. ku lihat matamu berbinar-binar. penuh semangat.
“eh.. sembari nunggu hjannya reda kita ke sebelah yuk.. ”
“hah.. ngapain?” tanyaku
“tuh 5 meter dari sini ada bakso. makan yuk, perutku lapar hehe..”
“emm.. yadeh, ayok..”
memasuki tenda bakso yang bertuliskan “spesial bakso bakar cak man” kita disambut dengan ramah oleh bapak-bapak penjual bakso.
“mari mas silahkan masuk.. mau pesan apa?”
“bakso bakar pak, 2 porsi, teh angetnya juga 2”
“sip mas.. ditunggu ya.. santai aja.. disambi ngobrol-ngobrol dengan pacarnya”
wihh sontak kita langsung saling menatap mata dan kita cuma bisa tersenyum malu-malu.
dan kita cuma bisa diam lagi hingga semangkuk bakso yang kita pesan datang.
nyam.. nyam.. nyam.. kita melahap bakso dihadapan kita.
tak lama dari itu hujan pun reda. masih tersisa rintikannya tapi hanya sedikit.
nanta menawariku untuk pulang bareng.
aku mengiyakan saja.
dan ditengah rintikan hujan itu untuk pertama kalinya aku dibonceng oleh nanta.

***

setengah bagian proyek berlangsung. diakhir diskusi kamu mengangkat tangan untuk menyampaikan sesuatu. bahwa kamu akan keluar dari proyek itu dan kamu sudah menyiapkan orang untuk menggantikanmu. anggota proyek yang lain menanyakan mengapa? kamu hanya bisa diam. pemimpin dan anggota proyek ini saling memahami satu sama lain. jika kamu keluar, mungkin saja memang ada sesuatu yang lebih penting. hingga akhirnya ddiskusi proyek pada sore itu ditutup.

sesampainya di rumah aku merenung. memikirkanmu. akankah aku bisa melalui hari tanpa senyummu. tanpa dirimu. tanpa hadirmu. ah.. ini tak ada gunanya. entah dia pergi kemana. stu yang aku sesalkan saat ini, aku belum sempat mengatakan perasaan ini ke kamu. perasaan yang aku bawa kemana-mana semenjak ketemu kamu. mungkin nanta memang sedang berjuang untuk hidupnya. aku disini juga akan berjuang. semangat. aku menyemangati diriku sendiri. meski terasa berat. entah tak peduli kita akan bertemu lagi kapan.. namun jika nanta akan melihatku kembali aku akan menunjukkan bahwa aku sudah lebih baik. sehingga dia akan melihatku dan mungkin saja dia menumbuhkan rasa yang sama untukku. haha

benar saja. aku semakin lebih baik. aku menirumu nan. aku meniru kegigihanmu. kedisiplinanmu. perjuanganmu. aku ingin menghadirkanmu diproyek ini, hingga orang-orang disini tetap memiliki semangat yang luar biasa. tak ku sadari keadaan ini semakin membuatku lebih baik. hingga keadaan berjalan normal dan lancar. aku dan anggota yang lain masih menjalankan proyek seperti biasa. melakukan pekerjaan sesuai dengan deadline dan target. terdapat kepuasan tersendiri didalamnya ketika kita semua berhasil menyelesaikannya. tapi.. aku masih saja kepikiran tentang kamu. aku mencari tau keberadaan dan kesibukanmu melalui sahabatmu. Riko. ketika kutemui, riko tak mengucapkan sepatah kata. dia hanya memberiku secarik kertas. ku simpan kertas itu diantara selipan buku. sesampainya di rumah, aku membacanya.

“Asta.. maaf aku tak sempat mengucapkan kata perpisahan untukmu. maaf tiba-tiba aku pergi darimu. meninggalkanmu.. aku tau kita menyimpan rahasia kita masing-masing. aku tau kamu dan aku menyimpan rasa cinta masing-masing. aku bisa merasakan getaran hatimu ketika bersamaku. aku bisa merasakan kelembutan sorot matamu ketika menatapku. aku bisa merasakan bahwa aku adalah orang yang spesial untukmu. jika kau tau.. aku pun juga demikian asta. namun aku menyimpannya. jauh.. jauh dilubuk hatiku. aku menyimpannya rapat-rapat. hingga baunya pun tak pernah tercium olehmu. aku ingin kamu menjadi lebih baik. aku bukanlah orang yang terbaik. namun aku juga berusaha menjadi lebih baik. aku berharap kamu masih menyimpan rasa itu untuk aku. meski aku meninggalkanmu dan tak menganggap cintamu secara langsung. dengan adanya tulisan ini aku harap kamu mampu mengartikan binaran mataku ke kamu. aku harap cintaku tak pernah datang terlambat. aku pergi ke negara lain untuk menimba ilmu..

salam kasih dan sayang untuk asta.
tertanda: nanta”

***

setelah membaca surat darinya hati ini terenyuh. ternyata nanta juga menimpan rasa yang sama untukku. hujan selalu mengingatkanku akan nanta. bukan dia tidak menganggapku atau mengabaikan cintaku. namun dia hanya menyimpan rasa cintanya untukku demi kebaikan bersama. agar masing-masing kita sama-sama fokus untuk kehidupan kita. aku tak perlu menyatakannya nan. bahwa cintamu tak pernah datang terlambat. dia ku tanam dan ku pupuk setiap hari hingga tumbuh bunga-bunga indah yang bermekaran di taman yang kita singgahi. jika suatu saat nanti kita akan bertemu lagi nan, tempat yang akan kau singgahi nanti pasti aku. aku merawatnya dengan baik nan. sampai bertemu kembali nan. ditempat ini aku masih menunggumu. agar kau tau.

@AyundaAha

flash back (solo)

dua hari yang lalu aku ke solo.mnjenguk kakek yang sedang sakit.
aku berangkat dari rumah nenek di kwadungan, ngawi. jadi ke solo jadi lebih dekat.
ketika di perjalanan, aku melewati pondok putri gontor II. terlintas memori dul, sehabis lulus SD aku mau kesana. atas permintaan orang tua, paksaan lebih tepatnya. entah ancaman atau apa.. aku tak tau. saat itu aku nangis, gak mau. memohon agar keputusan orang tuaku itu dibatalkan. dan alhamdulillah aku gak jadi mondok disana.
setelah lulus SD aku bersekolah di SMPN 1 BINANGUN. satu2nya SMP negeri di kecamatan Binangun. cukup terpencil dan terpelosok. bahkan keika ke kota atau di daerah kabupaten Blitar dan berbincang-bincang dengan orang sana, ketika mereka tanya aku darimana, aku jawab Binangun. dimana Binangun itu? tak banyak orang yang tau.
ehem.. sekilas aja ya tentang itu hehe..

kemudian yang kedua, masih berhubungan dengan Solo.
dulu pas kelas 3 SMA aku ngelamar ke berbagai Universitas negeri. salah satunya UNS (Universitas Negeri Solo), alhamdulillah melalui jalur PMDK aku diterima di jurusan Teknik Kimia (sesuai surat keterangan yang saya terima). tapi PMDK itu saya lewatkan begitu saja. aku menolak PMDK itu.
kemudian di jalur SNMPTN aku keterima di jurusan kimia UB. alhamdulillah..
tapi pas berkunjun kesana, liat koa Solo, lebih tentran dan tenang daripada Malang.. Malang lebih macet dan padat..
Solo, bersih, ayem tentrem..

udah segitu aja tentang flashback kota Solo.

By ayundaaha Posted in Uncategorized